Kantor Pusat
Wisma Kawasan Industri Medan
Jalan Pulau Batam No.1 Kompleks KIM
Tahap II - Medan, Sumatera Utara

Telp. (061) 6871177
Fax. (061) 6871088
e-mail. marketing@kim.co.id
    secretary@kim.co.id
Pusat Informasi Pusat Informasi
Pusat Informasi Pusat Informasi
E-mail Login
User ID
Password
 
Tentang Kami
Penjualan Lahan
Penyewaan
Usaha Lain
Investor
Visitor Stats
Berita - PT. Kawasan Industri Medan
MedanBisnis - Medan. Tahun ini pembangunan fisik Pelabuhan Kuala Tanjung sebagai pelabuhan baru yang diproyeksikan menjadi pelabuhan penghubung (hub port) internasional mulai dilakukan. Nilai investasi yang akan dikucurkan oleh PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) I, sebagai pengelola pelabuhan diperkirakan mencapai Rp 5 triliun lebih.
Wakil Menteri Perdagangan RI Bayu Krisnamurthi mengemukakannya saat memimpin rapat koordinasi terkait proyek Masterplan Percepatan Pembangunan dan Perluasan Ekonomi Indonesia (MP3I), di Bina Graha Pempropsu, Medan, Rabu (25/1). ?Dari pemaparan pihak Pelindo, diperkirakan Rp5 triliun lebih hingga tahun 2016, tentu jumlah itu masih akan terus bertambah sesuai pengembangannya,? kata Bayu, dalam rapat tersebut. Hadir di situ a.l. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sumut Riadil Akhir Lubis, Direktur Utama PT Pelindo I Alfred Natsir, dan Direktur Utama PTPN3 Amri Siregar.

Bayu mengatakan Indonesia memproyeksikan dua pelabuhan yang akan menjadi hub internasional, yakni Pelabuhan Kuala Tanjung di Sumut untuk Indonesia wilayah barat dan Pelabuhan Bitung di Sulawesi Utara untuk kawasan Indonesia timur. Penetapat hub port internasional ini diharapkan mampu menarik lebih banyak pelayaran yang singgah di Indonesia, khususnya di Sumut, mengingat Selat Malaka yang melintasi Indonesia merupakan jalur tersibuk di dunia.?Ini tentu akan meningkatkan daya saing, mengingat selama ini, kita masih jauh kalah dibandingkan pelabuhan di Singapura dan Malaysia,? katanya.

Direktur Utama PT Pelindo I Alfred Natsir mengatakan, untuk tahap awal hingga tahun 2013, pihaknya akan mengalokasikan dana Rp2 triliun lebih untuk pembangunan terminal curah untuk bongkar muat minyak mentah kelapasawit (crude palm oil/CPO) dan pembangunan dermaga tahap awal sepanjang 350 meter x 40 meter serta pembangunan terminal peti kemas. Selanjutnya, akan terus dilakukan peningkatan hingga target akhir dermaga sepanjang 20 kilometer.?Dengan investasi di tahap awal tersebut, maka terminal curah akan mampu menampung 2 juta ton CPO dan 4.000 teus peti kemas. Ini masih tahap awal dan merupakan bagian kecil dari progres pengembangannya yang diperkirakan mampu menampung peti kemas hingga 20 juta teus dengan panjang dermaga akhir direncanakan 20 kilometer,? jelasnya.

Dia mengatakan sudah tidak memungkinkan lagi dilakukan pengembangan Pelabuhan Belawan yang saat ini sudah mendekati limit kapasitas.?Kondisi terminal curah di Belawan hanya berkapasitas 4,5 juta ton CPO per tahun, sementara aktivitas saat ini sudah mencapai 4 juta ton. Sementara untuk terminal peti kemas hanya mampu menampung 2 juta teus, dari arus bongkar muat saat ini yang sudah mencapai 1,3 juta teus. Artinya, tidak lama lagi kapasitas Pelabuhan Belawan akan mencapai limit,? ungkapnya.

Proses KEK Sei Mangkei
Wakil Menteri Perdagangan RI Bayu Krisnamurthi pada kesempatan itu juga menyarankan agar pemerintah daerah (pemda) terkait baik propinsi maupun kabupaten/kota sekitar Kawasan Industri Sei Mangkei (KISMK) menyiapkan desain kebijakan daerah seiring akan ditetapkannya kawasan tersebut sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang saat ini tinggal menunggu penandatanganan Peraturan Presiden (Perpres).

?Kebijakan ini perlu disiapkan sejak sekarang, karena sesuai rencanan, KEK ini akan ditetapkan dan akan beroperasi penuh pada tahun 2013, waktu sekitar 20 bulan ini tidak lama, jadi mari kita persiapkan. Jangan pula saat ini berjalan, kita (bangsa Indonesia-red) hanya menjadi penonton,? katanya.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Riadil Akhir Lubis, pada acara yang sama memaparkan, Pempropsu berkoordinasi dengan kabupaten/kota serta pihak terkait lainnya juga sudah menyiapkan penciptaan SDM yang siap pakai untuk kawasan tersebut. Persiapan tersebut dengan merencanakan pembangunan SMK dan politeknik terkait industri kelapasawit di sekitar kawasan tersebut. 
 
copyright ©2012 PT. Kawasan Industri Medan
all rights reserved.